Cara Merawat Lantai Kayu Agar Awet Dan Tahan Lama

Saat ruangan dalam rumah anda memakai lantai kayu akan memberikan kesan yang alami, sejuk, dan asri. Namun anda perlu tahu bahwa dalam membersihkan lantai kayu pasti akan berbeda caranya dengan lantai granit atau keramik. Cara merawat lantai kayu sedikit lebih susah dibandingkan dengan lantai pada umumnya. Sedikit saja salah melakukan perawatan, maka lantai kayu jadi mudah keropos, kusam, dan rusak.

Terdapat kerja keras dibelakangnya yang harus dibayar agar membuahkan hasil. Begitupun berlaku udalam cara merawat lantai kayu. Selain kecantikannya, ternyata lantai kayu butuh perawatan yang khusus supaya tampilannya bersih tanpa ada jamur juga noda. Lantai kayu bersifat mudah lembab dan menyerap air jadi debu dan kotoran susah dibersihkan. Ada berbagai  hal yang menyebabkan jenis lantai kayu ini rusak diantaranya adalah membersihkan dan merawat lantai yang salah, cuaca, aktivitas-aktivitas yang dilakukan, dll.

Cara Merawat Lantai Kayu Dengan Mudah

Ternyata cara merawat lantai kayu itu berbeda beda tergantung dengan jenisnya. Dalam merawat lantai kayu solid tentu akan berbeda dengan cara merawat lantai kayu parket. Berikut ini langkah mudah dalam merawat lantai kayu:

1. Sapu lantai secara rutin

Anda harus membiasakan untuk menyapu lantai parket dengan rutin setiap hari supaya debu nantinya tidak bertumpuk di permukaan parket. Gunakan sapu dengan bulu lembut atau vacuum cleaner dalam membersihkan. Kemudian gunakan lap kering untuk mengangkat sisa debu karena debu atau pasir yang terbawa oleh sepatu atau kaki anda di atas lantai kayu jika tidak di sapu bisa meninggalkan goresan pada finishing dalam lantai kayu.

2. Bersihkan Lantai Degan Lap Kering

Ketika lantai kayu parket anda terkena noda bekas minuman atau makanan, segera bersihkan dengan lap kering atau tisu.

Tapi jika noda yang tertempel itu noda yang membandel, anda bisa manfaatkan air perasan dari jeruk lemon ataupun belimbing wuluh dalam membersihkannya. Langkah lain, berilah cuka putih lantai yang terkenan noda, diamkan empat menit lalu bersihkan dengan lap kering.

Dari ketiga bahan alami yang ada diatas bukan hanya dapat mengangkat noda pada lantai kayu parketanda, tapi menjadikannya berkilau kembali.

3. Hati Hati Memindahkan Furniture

Supaya tidak terjadi goresan ataupun cacat di permukaan lantai, harus berhati-hati saat memindahkan barang. Akan lebih baik bila barang diangkat kemudian alas furnitur itu dilapisi karet supaya tidak akan menimbulkan bekas goresan di lantai juga supaya finishing bisa awet. Lepaskan alas kaki seperti sandal , sepatu yang sering digunakan di luar rumah. Gunakan alas kaki sandal yang khusus untuk di sekitar dalam rumah. Karena biasanya kalau sandal dari luar rumah akan membawa debu / pasir yang bisa membuar goresan di lantai anda.

4. Hindari kelembapan

Musuh ‘bebuyutan’ kayu adalah kelembapan. Oleh karena itu jangan pernah anda membersihkan lantai kayu dengan mengepelnya, tapi cukup disapu. Ini karena genangan air yang disebabkan oleh proses mengepel bisa mengendap di lapisan plywood yang berujung pada pelapukan.

Bukan hanya itu, kelembapan bisa juga mengakibatkan lapisan bagian atas parket terkelupas daan perbedaan tekanan  drastis. Imbasnya sendi-sendi parket bisa lepas dan menyebabkan lantai berdecit saat diinjak.

Kendati di pasaran telah tersedia produk pembersih lantai kayu parket yang menjanjikan tahan gores dan tahan air, sebaiknya tetap hindari penggunaan produk tersebut demi menjaga keawetannya.

Cara lain dalam menghindari kelembapan lantai parket yakni dengan menggunakan bahan kimia yang anti rayap. Cara pemakaiannya dengan disuntik pada beberapa potongan kayunya.

Berbagai Perbedaan Lantai Kayu Solid Dan Laminate Yang Perlu Anda Tahu

Saat kita telah meyakinkan diri untuk menjatuhkan pilihan pada lantai kayu untuk pilihan lantai dasar pada ruangan anda dalam rumah. Kita kembali dipusingkan untuk memilih kembali diantara dua pilihan berikut : lantai kayu solid atau lantai kayu laminate. Bagi beberapa orang yang saat ini belum mengerti tentang perbedaan kedua lantai tersebut akan cukup membingungkan karena sama- sama mempunyai tampilan kayu. Apa yang menjadi perbedaan lantai kayu solid dan laminate tersebut?.

Terlebih dahulu kami akan menjelaskan apa yang diaksud lantai kayu laminate dan juga lantai kayu solid itu, adapun  lantai kayu laminate adalah serbuk kayu yang dikompres sehingga menjadi papan, kemudian dilapisi dengan gambar kayu dan laminasi pelindung, sedangkan lantai kayu solid seringkali lebih tebal dari laminasi dan setiap papan terbuat dari sepotong kayu yan dipotong setebal 18-20 mm, jenis kayu memiliki kekerasan yang berbeda-beda.

Perbedaan Lantai Kayu Solid Dan Laminate

Lantai kayu solid sendiri mmiliki sifat natural, sebab didapat secara langsung dari jenis pohon tertentu seperti: pohon kempas, bengkirai, pohon jati, pohon merbau, dan lainnya. Proses selanjutanya adalah memotong kayu sesuai dengan ukuran yang diinginkan atau standart potongan kayu untuk flooring/parket, setelah proses pemotongan sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Langkah selanjutnya adalah pengeringan kayu atau bisa disebut pengovenan kayu dimana pengeringan kayu ini betujuan untuk menstabilkan kayu agar tidak muai ataupun susut karena kalau kayu masih basah akan muai susut sesuai dengan keadaan suhu sekitar.

Setelah pengeringan selesai kemudian masuk ke dalam proses planner atau pembentukan kayu sesuai dengan ukuran sebenarnya. Setelah proses planner potongan kayu yang sudah halus masuk ke dalam proses TnG (Tounge and Groove). Sampai disini lantai ini disebut lantai kayu solid unfinish. Setelah selesai menjadi lantai kayu solid sesuai dengan ukurannya. Masuk ke proses pemilahan sesuai dengan grade, warna dan ukurannya lalu kemudian dilanjutkan ke proses finishing (coating + anti gores).

Lantai Kayu Laminate

Dinamakan lantai kayu laminate sebab memiliki permukaan yang seperti kayu. Sebenarnya jenis lantai laminate tak hanya dapat meniru kayu tetapi juga batu atau bahan lainnya dapat ditiru. Pada dasarnya lantai laminate ini terdiri dari 4 lapisan:

Top layer : Layer transparant ini hampir sama dengan coating untuk lantai kayu solid. Dibuat dengan bahan melamine resin yang berguna untuk menambah daya tahan dari lantai laminate.

Dekorasi Layer : Bisa juga disebut print film, inilah layer yang memberikan tampilan seperti kayu dan bahan lantai lain- lain. Diprint dengan resolusi yang tinggi. Layer ini akan diberi perekat di dua sisinya untuk penyatuan top layer dan core layer.

Core Layer : Atau bisa disebut HDF (High Density Fireboard) terbuat dari serbuk kayu yang kemudian dicampur dengan beberapa bahan seperti perekat, resin dan lain- lain. Kemudian di press dengan tekanan dan suhu tinggi.

Stabilize Layer : Lapisan paling bawah yang kegunaannya adalah untuk menjaga kelembapan dari lantai laminate.

Keempat layer tersebut diatas di press bersamaan dengan tekanan dan suhu tertentu, kemudian di biarkan dingin. Kemudian barulah dipotong sesuai dengan ukuran tertentu, selanjutnya proses pemberian TnG lalu di packing.

Demikianlah perbedaan lantai kayu solid dan laminate. Semua jenis lantai mempunyai kekurangan dan kelebihan lantai kayu sehingga pilihlah lantai yang sesuai kebutuhan dari ruangan anda. Semoga artikel ini dapat membantu anda untuk memilih lantai yang anda inginkan.

Langkah Dan Cara Menghitung Kebutuhan Lantai Kayu Untuk Ruangan

Apakah anda masih bingung menentukan jumlah lantai kayu yang anda butuhkan pada ruangan Anda? Kami disini akan berbagi cara bagaimana menghitung kebutuhan lantai kayu ruangan Anda . Sebelumnya akan lebih baik bila Anda mengerti terlebih dahulu apa persiapan yang dibutuhkan sebelum pemasangan lantai kayu. Atau Anda dapat melewatinya bila telah mengerti apa yang perlu anda ketahui sebelum menggunakan lantai kayu solid.

Lantai sebagai dasar-an peletakan atau pemasangan lantai perlu diperhatikan dengan baik jikalau memang ingin menggunakan lantai berbahan kayu solid ini. Pada ruangan yang baru bisa memakai aci-an atau multiplek dan pastikan dengan benar tukang Anda dapat mengerjakannya dengan baik yaitu dalam keadaan permukaan yang rata. Dan untuk ruangan lama ada berbagai cara tergantung dengan lantai apa yang sebelumnya Anda gunakan.

Manfaat Menhitung Kebutuhan Lantai Kayu

Apa anda punya rencana merenovasi rumah anda? Atau sekedar hendak merubah interior ruangan supaya tampak lebih fresh menggunakan lantai kayu ? Tapi anda tidak tau berapa banyak kebutuhan untuk lantai kayu dalam ruangan yang akan dilakukan renovasi. Anda ingin tahu? dalam artikel ini kami akan memberi informasi tentang bagaimana cara dalam menghitung kebutuhan lantai kayu.

Dalam mengecek apa saja dan berapa banyak material dalam merenovasi ruangan merupakan hal penting, agar anggaran yang sudah kita siapkan tidak over budget. Hal ini berlaku juga untuk lantai kayu. Disamping itu untuk mengetahui cara menghitung kebutuhan lantai kayu dapat bermanfaat agar terjadi perhitungan yang sama mengenai kebutuhan lantai kayu dengan toko penjualnya.

Cara Menghitung Kebutuhan Lantai Kayu

Sebenarnya untuk menghitung kebutuhan lantai kayu ini sangat lah mudah, akan tetapi jika salah dalam menghitung ini akan merepotkan Anda nantinya ataupun bila berlebihan maka Anda membuang budget yang seharusnya bisa di alokasikan ke lainnya.

Penghitungan kebutuhan lantai kayu adalah panjang ruangan x lebar ruangan = luas ruangan m2. Double check untuk panjang dan lebar ruangan Anda dengan pekerja Anda untuk hasil yang lebih meyakinkan.

Contoh Menghitung Kebutuhan Lantai Kayu

Dalam proses penghitungan luas penutup untuk lantai dengan lantai kayu caranya berbeda dengan keramik yang bentuknya persegi sebab lantai kayu bentuknya panel memanjang. Supaya tidak salah, maka anda pelajari lebih  dulu cara menghitungnya sebab biasanya lantai kayu itu tidak dijual di satuan meter persegi tetapi per box. Diperlukan kelebihan atau waste sebesar kurang lebih 10% karena dalam pemasangan akan ada buangan untuk penyesuaian dengan ukuran ruangan serta pola pasang lantai.

Ini ada salah satu contoh perhitungan kebutuhan lantai kayu bagi ruangan dengan ukurannya 3 x 4,4 m2 memakai Lantai Kayu Parquet.

  • Lantai Kayu Muller per panelnya memiiki ukuran 1215 x 195 x 8 mm serta dalam 1 box ada 8 panel yang setara ukurannya sebesar 1.8954 m2.
  • Ukuran ruangan sebesar 3 m x 4,4 m atau luas = 13,2 m2.
  • Jumlah kebutuhan material lantai kayunya adalah sbb:
  • Kebutuhan Material Lantai Kayu = (Luas ruangan / 1.8954 m2) + 10%

= (13,2 m2 / 1.8954 m2) + 10%
= 6.96 box + 10 %
= 7.6 box dibulatkan menjadi 8 box.

Formulasi diatas hanyalah sebuah panduan singkat untuk menghitung secara kasar. Untuk lebih detail-nya tentu saja tergantung dari bentuk ruangan anda, jumlah dan ukuran pintu dan faktor lain yang ada.

Demikianlah informasi mengenai cara menghitung kebutuhan lantai kayu pada seuah ruangan. Semoga dengan informasi yang kami sampaikan ini bisa menambah wawasan pengetahuan anda tentang bagaimana menghitung kebutuhan lantai kayu. Jika anda ingin melakukan pemesanan lantai kayu yang berkualitas percayakan kepada Mandiri Parket. Kami siap melayani anda.

 

Kelebihan & Kekurangan Lantai Kayu Parket Dibanding Yang Lainnya

Lantai kayu parket adalah material penutup lantai selain keramik dan marmer (granit tile) dengan maksud untuk meningkatkan estetika sebuah ruangan (Interior atau eksterior). Lantai kayu memiliki ciri khas yaitu permukaannya yang ber-tekstur kayu memberikan kesan alami, nyaman dan juga mewah. Dari sudut pandang kesehatan, dalam memasang lantai kayu bisa mengurangi pengaruh volatile organic compound didalam sebuah ruangan. Apasaja kelebihan & kekurangan lantai kayu itu?

Dalam artikel ini akan kita kupas tuntas mengenai kelebihan & kekurangan lantai kayu parket dibandingkan dengan yang lainnya. Untuk lebih jelasnya simak terus ulasan kami selengkapnya.

Inilah Kelebihan & Kekurangan Lantai Kayu Parket

Sama seperti namanya, bahan dasar dalam pembuatan lantai ini yaitu menggunakan bagian batang kayu sebuah pohon. Namun bukan sembarang kayu, sebelum dijadikan sebagai lantai, kayu tersebut harus diolah terlebih dahulu melalui serangkaian proses yang panjang untuk membuatnya layak menjadi alas ruangan. Untuk penggemar dari material kayu, hadiranya produk lantai ini patut untuk dipertimbangkan menjadi penghias rumah dan mempercantik segi tampilannya. Berikut ini kelebihan & kekurangan lantai kayu parket :

1.Kelebihan Lantai Kayu Parket

  • Tingkat keawetan dan daya tahan yang bagus
    Dengan perawatan yang baik dan benar, lantai kayu dapat bertahan sampai 20 tahun. Salah satu cara perawatan yang baik adalah dengan cara re-coating atau mengecat ulang setiap 3 bulan sekali.
  • Penampilan yang lebih naturalis
    Rumah dengan penutup lantai kayu pastinya akan terlihat lebih elegan, mewah dan juga naturalis. Lantai kayu juga fleksibel dengan gaya rumah apapun
  • Cara Perawatan yang cukup Mudah
    Membersihkan permukaan lantai kayu tidak sesulit yang dibayangkan, cukup dengan menggunakan penyedot debu dan sapu berbulu halus untuk membersihkan remah atau kotoran yang menumpuk. Jika terkena noda atau tumpahan ayang bersifat cair anda dapat menggunakan lap kering untuk membersihkannya.
  • Investasi jangka panjang
    Selain dapat meningkatkan nilai estetis sebuah bangunan atau properti, lantai kayu juga dapat disebut sebagai investasi jangka panjang karena dapat juga meningkatkan nilai jual sebuah properti. Harga jual pastinya akan berbeda dengan harga saat pertama kali membeli.

2. Kekurangan Lantai Kayu Parket

  • Tidak tahan terhadap tingkat kelembapan tinggi
    Karena pada dasarnya terbuat dari kayu maka lantai kayu akan mudah lapuk jika terkena air, maka pembersihan dengan cara mengepel sebenarnya kurang dianjurkan lebih baik gunakan penyedot debu tetapi jika terpaksa untuk mengepel maka gunakanlah lap kering.
  • Rentan terkena goresan
    Jika anda memiliki peliharaan, usahakan kuku dari peliharaan anda agar rajin dipotong guna menghindari timbulnya goresan di permukaan lantai kayu, juga ketika anda berniat memindahkan barang atau furniture usahakan jangan didorong, tetapi akan lebih baik jika diangkat.
  • Tidak terlalu tahan terhadap cuaca
    Warna pemukaan lantai kayu akan mudah memudar jika terkena terik matahari secara langsung, oleh karena itu diperlukan pengecatan ulang setiap 3 bulan sekali.
  • Merawat lantai kayu merupakan tugas yang cukup sulit. Hal ini tidak terlepas dari sifatnya yang rapuh dan mudah rusak. Misalnya, lantai rumah tidak boleh disapu sebab bulu sapu bisa mengikis finishing pada lantai secara perlahan akibatnya pesonanya akan memudar. Begitupun dengan pori-pori kayu yang cukup lebar membuat noda yang jatuh di atasnya sulit dibersihkan. Disampin itu, jika kurang bersih saat merawatnya, maka serat-serat pada lantai kayu dapat menjadi sarang kuman juga bakteri.

Seperti itulah kelebihan & kekurangan lantai kayu parket yang telah kami sampaikan di atas. Semoga bermanfaat.

 

 

Tipe Lantai Kayu Solid Penggunaan Dan Penempatannya Yang Sesuai

Lantai kayu adalah suatu material penutup permukaan lantai yang dibuat dari bahan dasar kayu, Lantai kayu yang sepenuhnya terbuat dari kayu disebut dengan tipe lantai kayu solid, tetapi ada juga Lantai kayu jenis lain yang tidak terbuat dari bahan dasar kayu melainkan campuran material lain yaitu Lantai kayu vinyl dan Lantai Kayu Laminated.

Harga jual lantai kayu dari masing-masing jenis pun berbeda-beda, mulai dari lantai kayu murah sampai yang mahal dan diantara ketiga jenis lantai kayu yang termurah adalah lantai kayu vinyl tetapi tentu saja kekuatannya kurang bagus bila dibandingkan dengan tipe lantai kayu solid.

Penggunaan Dan Penempatan Tipe Lantai Kayu Solid

Di indonesia sendiri tren Pemasangan lantai kayu sekarang sudah mulai populer, konsumennya pun beragam bukan hanya dari kalangan atas, tetapi kalangan menengah pun mulai memilih lantai kayu. itu dikarenakan dengan menggunakan lantai kayu maka nilai estetis sebuah bangunan atau rumah akan lebih kentara, rumah akan terkesan mewah dan elegan, selain itu Lantai Kayu juga bermanfaat untuk menjadikan suhu ruangan lebih hangat, oleh karena itu banyak masyarakat yang mulai beralih dari lantai keramik ke Lantai Kayu. Berikut ini adalah penjelasan tentang tipe lantai kayu solid berdasarkan penempatannya :

1. Flooring kayu

Jenis ini banyak digunakan untuk bagian dalam ruangan atau indoor, memilki permukaan yang halus. Didesain untuk menutupi lantai secara sempurna menggantikan keramik atau marmer. Flooring kayu bersifat lebih hangat karena memilki karakter dari kayu yang notabennya bisa menyerap panas dan menyimpannya untuk sementara waktu.

2. Lumbershiring atau Plafond Kayu

jenis ini berfungsi untuk menutupi bagian langit-langit pada sebuah bangunan atau bagian antara lantai dan atap. Lumbershiring berbentuk persegi panjang, jenis kayu yang dipakai sebagai bahan dasar biasanya adalah Kayu jati, kayu keruing, kayu agathis, kayu mumala, dan kayu bengkirai.

3. Lantai Kayu Parquet

Jenis ini biasanya digunakan untuk bagian indoor atau bagian dalam ruangan, berbentuk lempengan seperti papan dengan ukuran persegi panjang kecil. kayu yang digunakan biasanya dalah kayu jati, kayu bengkirai, kayu sonokeling dan kayu merbau. kelebihan lantai kayu parquet adalah jika permukaan lantai sudah mulai terlihat pudar, dapat diperbaharui tanpa perlu dibongkar cukup dengan dicat ulang maka warna akan kembali cerah.

4. Papan Tangga kayu

Papan tangga kayu adalah material yang digunakan untuk pijakan tangga, berbentuk lempengan papan biasanya terbuat dari kayu jati atau kayu merbau. Papan tangga kayu dapat diaplikasikan untuk tangga laying maupun tangga yang dibuat dengan proses pengecoran terlebih dahulu.

5. Decking Kayu.

Decking adalah jenis lantai kayu yang biasanya diaplikasikan untuk bagian luar bangunan, contohnya seperti pinggiran kolam renang, pijakan taman, pagar bahkan tembok pun bisa dipasang decking. ukurannya pun biasanya lebih besar dan panjang dibanding dengan parquet dan flooring namun itu juga bisa dipotong dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Keunggulan Tipe Lantai Kayu Solid

Lantai kayu solid juga memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh jenis lantai kayu atau material penutup lantai yang lain. dari sekian banyaknya Keuntungan Memakai Lantai Kayu, salah satunya adalah bermanfaat bagi kesehatan karena sifat alami kayu yang dapat menyerap panas dan menyimpannya untuk sementara waktu sehingga penghuni rumah akan merasakan hangat dan ini sangat berguna untuk menghindarkan dari penyakit rematik.

Demikianlah ulasan yang kami sampaikan mengenai tipe lantai kayu solid yang bisa kai sampaikan. Semoga dapat menambah refeerensi anda.

Tips Memilih Lantai Kayu Yang Tepat Untuk Hunian Anda

Saat ini trend pemakaian lantai kayu parket memang menjadi hal yang sedang naik daun. Disamping tampak elegan dan juga bersih, parket lantai juga mendatangkan suasana asri dan alami. Memilih lantai kayu bisa anda lakukan sesuka hati. Pasalnya terdapat banyak sekali motif-motif yang dapat anda pilih.

Cukup banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menghias rumah agar menjadikannya lebih terlihat indah juga nyaman, namun banyak dari mereka yang memiliki budget tipis dan sering kali harganya tidak terjangkau alias mahal atau ada juga yang tidak cocok dengan desain lainnya (tidak seimbang). Ada sebuah produk yang bisa anda coba dalam memperindah bagian rumah anda, yakni memilih lantai kayu atau parket untuk anda pasang.

Tips Dalam Memilih Lantai Kayu

Kayu adalah sala satu kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan diantaranya digunakan sebagai lantai.

Memang umumnya, jenis lantai yag satu ini yang dibuat di negara Indonesia menggunakan bahan dasar kayu sungkai, kayu kelapa, kayu jati, kayu merbau atau yang dikenal sebagai lantai merbau, kayu bengkirai, kayu ulin, dan juga kayu sonokeling. Sedangkan yang import, sering dibuat menggunakan bahan dasar berupa cherry, maple, lime, oak, juga walnut. Terdapat berbagai kriteria ataupun tips dalam memilih lantai kayu dengan kualitas yang bagus digunakan untuk lantai anda.

1. Perhatikan bahan dasar lantai kayu

Pada dasarnya, ada tiga jenis parket yang ada saat ini, yakni vinyl parquet, laminate parquet, solid parquet. Ketiga bahan dasar ini memilihi keistimewaan tersendiri. Untuk masalah harga juga berbeda dan beragam. Harga lantai kayu tergantung dari bahan dasar dan juga motif pada karakter kayu yang ada.

2. Kenali Jenis Parket

Banyak mungkin yang belum mengenal jenis lantai kayu solid parket ini. Jenis parket ini dibuat khusus dengan potongan kayu solid, dengan ketebalan sekitar 1,5 cm. Sesuai namanya, parket solid adalah sebuah lantai dengan kayu solid dan kuat. Sedangkan untuk parket vinyl adalah gabungan dari bahan kayu solid dan lapisan kayu yang lain dengan kualitas yang berbeda. Untuk laminated parket sendiri adalah jenis parket yang terbuat dari serbuk.

3. Cari Tahu Harganya

Dengan bahan dasar yang berbeda, maka kualitasnya pun berbeda. Untuk itulah, perlu berhati-hati dalam membelinya. Karena lantai rumah akan digunakan dalam jangka waktu yang lama, dan tentu saja tidak ada yang ingin bentar-bentar mengganti lantai, maka pilihlah yang berkualitas. Dan sebelum membeli, harus tahu dulu harga lantai kayu yang beragam ini.

4. Pilih Lantai Kayu Berkualitas

Lantai kayu yang baik hendaknya:

  • Tahan terhadap cuaca dan rayap
  • Lantai kayu menggunakan system puzzle atau kuncian agar merekat kuat
  • Kayu berat,dalam artian bahwa semakin berat maka kayu tersebut akan semakin padat
  • Yang sangat penting saat memilih lantai kayu yaitu pilihlah produsen ataupun distributor lantai kayu yang berani memberi garansi.
  • Pilih distributor lantai kayu yang memberikan harga lantai kayu murah tapi kualitasnya memenuhi kriteria seperti diatas.

5. Pilihlah perusahaan yang terpercaya

Inilah salah satu hal yang tak boleh dilewatkan. Saat ini ada banyak perusahaan yang menjual lantai parket, karena kehadirannya mulai populer di Indonesia. Karena itu, pilihlah yang bisa menghadirkan kualitas dan juga garansi pemasangan.

Demikianlah yang bisa kami bagikan kepada anda semua mengenai tips memilih lantai kayu untuk hunian anda. Semoga apa yang kami sampaikan ini bisa menjadi sebuah informasi yang bermanfaat dan memberikan inspirasi anda dalam memilih lantai kayu yang baik.